Sabtu, 16 Juli 2011

Software Survey dan Mapping Coverage Wifi

Beberapa waktu lalu saya browsing mencari software untuk pemetaan cakupan Internet WiFi Hotspot (coverage) yang gratis tentunya. Pingin tahu saja, bagaimana bentuk coverage wafi disekitar sini. Sebelumnya saya pernah melihat Stumbverter yang bisa mengimport data dari Netstumbler namun perlu alat penerima GPS (Global Positioning System) untuk melengkapi data dengan koordinatnya. Sayang saya belum punya GPS, jadi belum sempat mencoba Stumbverter ini. Namun ternyata ada juga software gartsi yang cukup bagus untuk mapping sinyal wifi tanpa perlu alat GPS.
Software ini bernama Ekahau HeatMapper dan bisa didownload secara gratis. Beberapa Fitur yang ada di perangkat lunak ini antara lain :
  • Melihat Cakupan sinyal  Wi-Fi dalam sebuah peta/map
  • Meprediksi lokasi/letak Access Point
  • Mendeteksi tipe/jenis keamanan WiFi (WPA, WEP, atau Open System)
  • Didesiagn untuk survey di rumah/ office dalam skala kecil
  • Gratis dan proses install sangat cepat
  • Supports WiFi 802.11 a/b/g dan n (draft)
Contoh Hasil Survey
Ini contoh hasil survey yang bagus yang saya ambil dari web http://joepcremers.nl
Free_ekahau_coverage_all_large
Bagaimana cara menggunakannya?
  1. Baca aturan penggunaan dan silahkan Download software-nya
  2. Install dan jalankan
  3. Tentukan lokasi yang akan disurvey, misal ruangan 1 lantai saja dulu
  4. Jika ada Map/Peta/Design/layout/gambar ruang yang akan disurvey (file image) akan lebih mudah
  5. Jika Map tidak ada, anda tetap bisa namun akurasinya dan penentuan titik survey akan kesulitan.
  6. Tentukan Titik awal start dan mulailah bergerak (membawa laptop anda).
  7. Anda harus sering meng KLIK kiri di MAP sesuai dengan Posisi Sebenarnya.
  8. Sepertinya tidak ada aturan anda harus bergerak kemana dulu dan model pergerakan yang seperti apa.
  9. Namun yang pasti semakin banyak titik berbeda dalam map yang terwakili gambar akan terlihat lebih bagus.
  10. Setelah selesai anda bisa melihat hasilnya.
  11. Jika tidak keberatan anda bisa tunjukan ke saya :)
Kekurangan?
Sedikit Informasi tambahan, selain sofware ini cukup bermanfaat namun ada kekurangnya (mungkin karena versi gratis) yang versi full/profesionalnya mahal sekali :
  • Hasil tidak bisa disimpan, untuk dilanjutkan di lain waktu
  • Hasil yang bisa dinikamati saat selesai dan di simpan dalam bentuk file image (Take Screenshot)
  • Menu yang terbatas hanya Take Screenshot, Undo dan Redo survey
Map Saya
Ini contoh Map dan coverage yang saya buat namun belum cukup bagus, karena titik-titik KLIK-nya kurang dan survey kurang menyeluruh.
coverage_sebagain-wifi-umb-yogya1
Info Software :

Cara Buat Link Wifi

Saya ada sebuah pertnyaan dari mas Bagoes lewat jejaring facebook, mungkin lebih baik jawabnaynya saya share-kan disini saja. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini : “Klo saya masang antena wifi dan saya mau ngincer area hotspot dlm jangkauan 20km bsa tdk ya? Dan Kalau dari tempat saya menuju area hotspot tdk terhalang apa2 (LOS) tapi antena yang di pasang di tempat hotspot tersebut tidak tinggi dalam artian di pasang di atas genteng. Apa saya bisa menjangkau sinyal WiFi nya?” Jawabnya bisa Iya, bisa tidak, kerana ada hal-hal teknis yang perlu diperhatikan. Supaya lebih bermanfaat saya share-kan pengetahuan yang saya miliki disini.Sebuah record WiFi link yang saya ketahu bisa mencapai jarak 304 Km, namun hal tersebut tidak dapat denga mudah dicapai ada analisa dan perhitungan serta penggunaan WiFi dan antena yang sesuai. Ada beberapa hal yang harus diketahui :
  1. Sebuah Access point (perangkat WiFi) mempuyai Daya yang beraneka mulai kurang dari 100 mWatt dan hingga lebih dari 1000 mWatt. Umumnya perangkat WiFi mempuyai daya 200 – 600 mWatt. Anda bisa lihat spesifikasi detail sebelum anda membeli WiFi. Ada perangkat WiFi yang tidak menuangkan daya dalam dB (Desibell) tidak mWatt, untuk konversi anda bisa memanfaatkan Konversi dB ke mWatt. Misalnya 600 mWatt akan setara dengan 27.78 dB.
  2. Dengan daya yang besar, secara umum daya akan terpancar relatif lebih jauh. Namun ingat di WiFi adalah band ISM, ada daya maksimal yang diperbolehkan, lebih detai bisa dilihat di EIRP.
  3. Sinyal WiFi menggunakan gelombang Mikro yang secara teori bisa maksimal jika merambat lurus tanpa halangan (LOS line of Sight).
  4. Untuk mengarahkan pancaran WiFi anda berbagai jenis antena yang bisa digunakan, antena bawaan pada wifi (indoor) umumnya adalah anten Omni directional dengan gain kecil (gain diukur dalam dBm). Antena jenis lain adalaha antena pengarah, parabolik, sectoral, kaleng, dll. Yang mempunyai pola arahan sendiri-sendiri, sehingga misal kita tidak berada pada area yang “terah oleh Antena” kemungkinan kita tidak akan menerima sinyak yang bagus, meskipun jaraknya jauh. dan sebaliknya, bisa jadi jarak yang jauh malah mendapatkan sinyal lebih bagus karena sesuai arah antenna.
  5. Hal yang lain, WiFi menggunakan frekuensi bebas (band ISM), sehingga akan banyak sinyal-sinyal Wifi yang mempunyai frekuensi (kanal yang sama). hal ini bisa jadi mengakinbatkan terjadinya interferensi yang merusah akan menurunkan, atau saling mengganggu WiFi. perlu dilakukan survey untuk pemilihan kanal yang tepat. Kanal yang ada adalah 1-13 (di Indonesia setahu saya yang di ijikan hanya 1 – 11). Beda negara beda regulasi.
  6. Pada WiFi link jarak perbedaan pengarahan beberapa derajat saja mungkin bisa jadi menghilangkan atau menurunkan kualitas sinyal, oleh karena itu biasanya Antena WiFi terpasang pada tower yang permanen untuk mengurangi pergeseran yang tidak diharapkan.
Kembali ke pertanyaan diatas, mungkin saya coba ulas menurut pendapat dan pengalaman sedikit yang saya punya Jarak 20 Km relatif masih terjangkau oleh WiFi namun sudah mulai pada tingkatan sangat kritis dan ada pertanyaan yang mungkin perlu dicari tahu :
  1. Apakah daya WiFi cukup besar atau standar misalnya 400 atau 600 mWatt atau lebih, jika kurang mungkin agak susah.
  2. Apakah antena mengarah ke lokasi anda, jika iya ada kemungkinan bisa namun anda perlu menggunakan antenna seperti Grid supaya daya lebih terfokus.
  3. Hal-hal tersebut diatas adalah pertimbangan teknis, Jawaban yang pasti adalah anda perlu melakukan survey sendiri untuk memastikan, mungkin bisa jadi anda akan mendapatkan sinyal tersebut meski dengan tidak sekali mencoba. Kalau anda yakin itu LOS ada harapan besar anda bisa terkoneksi dengan pertimbangan hal-hal diatas.
Update : 17 Februari 2010 :
Revisi, record Link WiFi terjauh yang saya ketahu adalah sejauh 382 Km, dipresentasikan pada 18 Mei 2007, Project ini didanai oleh ICA-IDRC. http://www.eslared.org.ve/english.htm
Update 12 April 2010 : Gambaran Diagram  link Wireless jarak-jauh bagi Pemula dan Perangkat yang dibutuhkan, silahkan request via Komentar dibawah ini.  Akan saya Kirimkan ke email anda.
Update 19 April 2010 : contoh peralatan yang dibutuhkan bisa dilihat di gambar berikut ini : Link dengan WiFi Membangun Link WiFi Internet Jarak Jauh
2009 Imam [at] Jogja
courtesy : imm.web.id

sumbe